• Bismillaahirrahmaanirrahiim

    Itikaf di Masjid Habiburrahman - PT DI Bandung


    Bismillaahirrahmaanirrahiim


    Di samping tenda, 13 Agustus 2012

    Rasululullah SAW terbiasa menghidupkan malam-malam terakhir di bulan Ramadhan. Salah satunya adalah dengan ber-i'tikaf di dalam Masjid. Kami sekeluarga memutuskan untuk mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW di akhir bulan Ramadhan tahun ini. Tahun kemarin, alhamdulillah juga ber-i'tikaf, tapi tidak bersama-sama. Tahun kemarin suami i'tikaf di Masjidil Haram. Jadi baru tahun ini kami berangkat bersama-sama, juga dengan anak-anak. Kami berangkat di malam ke-23. Awalnya kami mengambil tempat di masjid yang dekat, yaitu di Masjid At-Attiin TMII. Kami ingin memasang tenda, karena teringat di Masjid Habiburrahman, banyak sekali keluarga yang ikut i'tikaf membawa serta anak-anak mereka dan memasang tenda di sekitar Mesjid. Namun ternyata di Masjid At-Tiin, panitia tidak membolehkan kami memasang tenda, sehingga dengan serta merta kami memutuskan untuk berangkat ke Bandung, menuju Masjid Habiburrahman PT DI.


    Tenda-tenda


    Masjid Habiburrahhman PT DI didirikan dari dana wakaf para karyawan PT Dirgantara Indonesia (DI) Bandung, yang dulu kita mengenalnya sebagai IPTN. Letaknya di dalam komplek Lanud Husein Sastranegara - Bandung. Yang menarik dari Masjid Habiburrahman PT DI di antaranya adalah shalat tarawih dan qiyamullail yang panjang, boleh dikata hampir seperti di Masjidil Haram. Serta dibolehkannya membuka tenda di halaman Masjid, kalau tidak salah sudah sejak tahun 2008. Ini sangat penting bagi kami yang sudah berkeluarga dan membawa serta anak-anak. Kami dapat membuka pakaian di dalam tenda dan anak-anak pun menjadi lebih hangat di dalam tenda. Terbuka untuk umum, bagi siapa saja, tidak harus mendaftar dulu. Tidak dipungut biaya apapun. Kadang-kadang ada yang berbaik hati memberi sedekah untuk makan shaur dan ifthar. Untuk minum tersedia bergalon-galon air minum gratis. Dan tidak dilarang membawa serta anak-anak kecil ke dalam masjid. Sesuatu yang istimewa untuk kami yang punya bayi-bayi. Banyak sekali para ummahat yang beraktivitas sudah seperti di rumah sendiri, mencuci pakaian serta piring-piring kotor. Daya tarik ini sampai ke daerah di luar Bandung, kami sendiri berangkat dari rumah kami di Bekasi. Seorang kawan berangkat dari Yogyakarta sejak malam ke 20, dan ada lagi beberapa yang datang dari jauh, di antaranya dari Pontianak dan Indramayu. Subhanallah....


    Banyak juga Peserta I'tikaf yang Membuka Lapak


    Bagiku, ini adalah i'tikaf yang ke-empat di Masjid Habiburrahman PT DI. Seorang sahabat sudah lebih dulu ber-i'tikaf di sini, dan aku merasa sangat ingin ikut bersamanya di tahun 2008. Waktu itu aku sangat terharu, karena setelah lama aku merasa hampa, aku masih diberi kesempatan untuk kembali kepada-Nya...

    Tahun ini aku berangkat bersama-sama keluarga, suami, kakak-kakak dan anak-anakku. Kami memasang tenda, sehingga kami dapat tinggal di dalamnya. Aku jatuh sakit di malam pertama, sehingga ibadah pun terasa tidak maksimal. Aku hanya dapat berbaring sambil sedikit-sedikit menyimak bacaan imam shalat. Tapi alhamdulillah aku masih dapat shaum.

    Di malam ke-dua aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Aku memutuskan untuk tidur di dalam Masjid. Shalat tarawih kuikuti sampai tuntas. Seperti tahun-tahun sebelumnya, imam shalat membaca sampai 1 juz untuk shalat tarawih 8 rakaat. Jam 10 waktunya kami istirahat sampai pukul 12 malam. Setelah itu pukul 12.30 malam diadakan shalat qiyamullail 8 rakaat. Jumlah surah yang dibaca adalah sebanyak 2 juz, sehingga kalau ditotal, bisa terkejar target khatam dalam waktu 10 hari i'tikaf. Imam shalat di Mesjid ini adalah para hafidz, jadi kami tinggal menyimak dengan menggunakan al-Quran bacaan imam. 

    Alhamdulillah anak-anak tidak ada yang mengeluh, mereka juga dibiasakan untuk mengikuti shalat tarawih dan qiyamul lail dengan bacaan yang panjang. Walaupun mungkin bagi mereka terasa berat untuk saat ini. 


    Kajian Ba'da Ashar


    Kajian-kajian juga diadakan mengiringi waktu berbuka dan ba'da shubuh. Tahun kemarin sempat mendatangkan ulama dari Palestine. Seorang mujahid yang selamat setelah melalui 8 kali interogasi dan penyiksaan di penjara Israel sehingga mengalami kebutaan, sempat pindah-pindah hingga akhirnya sampai ke Indonesia dan saat ini mengisi berbagai kajian di beberapa daerah di Indonesia. Tahun ini diisi kajian dari ulama lokal saja, dengan tema yang tetap menarik, di antaranya yaitu tentang sedekah dan penetapan 1 Syawal. Di malam 27 kami kedatangan tamu Gubernur Jawa Barat Bapak Ahmad Heryawan, Lc yang ikut ber'itikaf.

    Di malam 25 aku terpaksa meninggalkan shaum dan shalat karena keterbatasan sebagai perempuan. Alhamdulillah masih bisa menyimak bacaan imam shalat dengan berdiam di dalam tenda. Aku sangat bersyukur. Rasanya tidak ingin pulang. Tapi di pagi ke 27, kami harus berbenah dan mengakhiri i'tikaf kami karena kami harus mempersiapkan kepergian suami yang akan menjadi Khatib shalat Ied di Lubuk Linggau, Palembang.

    Sedih rasanya, ini berarti Ramadhan akan segera berakhir. Ya Robb, jadikanlah kami sebagai hamba-hambaMu yang memperoleh berkah dari bulan Ramadhan. Ridhai kami ya Allah, terimalah shaum kami, shalat kami, sujud kami, ruku kami, semua ibadah kami di bulan ini dan bulan-bulan berikutnya. Semoga kami dapat menjadi pribadi yang lebih unggul di bulan-bulan berikutnya.... Aminn ya Mujibassailin... 

    Tahun depan, mudah-mudahan bisa i'tikaf di Masjidil Haram... (Amiiin)




    2 komentar:

    1. assalaamu`alaykum :)
      izin sedot foto yg keduanya ya teh... Kebetulan itu anak laki2 saya yg di pinggir itu hehe nyempil :))

      BalasHapus
      Balasan
      1. waalaikumussalam. mangga silakan umm, salam ukhuwah :)

        Hapus

     

    Statistik

    SEO Stats powered by MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net